Kemang Pratama, Bekasi-Indonesia gendukundul@gmail.com +62 813-1481-8283

Informasi Pariwisata Indonesia

Minggu, 24 Juli 2016

Tempat Wisata Air Terjun Citumang

Arulin Yuuk - Sebagai alternatif tempat wisata di Pangadaran, Citumang bisa menjadi tempat wisata sampingan yang sempurna. Berenang di air pegunungan yang segar, hiking dan menelusuri gua adalah salah satu dari banyak hal yang dapat Anda lakukan di Citumang. Tempat Wisata Air Terjun Citumang juga menawarkan pemandangan yang menakjubkan bagi fotografer pemula dan para profesional.

Tempat Wisata Air Terjun Citumang
Tempat Wisata Air Terjun Citumang
Jauh di pedalaman Cijulang, Pangandaran Sungai Citumang mengalir di sebuah hutan hijau lebat yang airnya berwarna kebiruan. Sungai ini dihiasi oleh bebatuan indah, cabang-cabang pohon dan semak-semak. Airnya mengalir ke sebuah gua yang menakjubkan. Di sini, ketenangan akan menyapa Anda. Satu-satunya suara yang Anda dengar adalah suara harmoni alam yang manis, musik yang diciptakan oleh gemericik air dan bisikan angin yang berjalan melalui pepohonan, disertai suara hewan yang bersembunyi malu.


Sungai yang tenang ini terletak di Desa Bojong, kabupaten Ciamis, sekitar 15 km sebelah barat Pangandaran. Nama Citumang, berasal dari penduduk setempat yang percaya bahwa ada buaya yang kakinya patah tinggal di sungai ini. Nama buaya tersebut "Si Tumang", maka sungai ini diberi nama Citumang.

Waktu terbaik untuk mengunjungi sungai Citumang adalah selama musim kamarau (Juni-September), pada musim hujan langit sedikit mendung dan jalan sedikit licin.

Saat Anda berjalan di antara tebing tinggi, suara sungai mulai terdengar. Ketika Anda melewati tebing ini, keindahan sungai yang menakjubkan akan terkuak. Air jernih yang berwarna biru perlahan mengundang Anda untuk melompat kedalam sungai. Ketika Anda berjalan lebih ke hulu, Anda akan menemukan sebuah air terjun yang ditemani oleh pohon besar yang akarnya menjuntai. Tempat ini merupakan tempat yang tepat untuk bermain dengan adrenalin Anda, bergelantungan di ranting pohon seperti Tarzan dan terjun ke dalam air.

Ketika Anda berjalan lebih jauh mengikuti aliran air, Anda akan menemukan sebuah keajaiban alam yang langka. Air sungai masuk kedalam tanah dan muncul kembali di hilir sungai seperti sistem ledeng. Tempat ini terletak di ujung gua yang disebut gua Taringgul, dan aliran sungai di bawah tanah ini disebut "Sanghyang Tikoro" atau diterjemahkan sebagai tenggorokan Allah.

Sungai Citumang adalah tempat yang sempurna untuk membawa anak-anak dan keluarga Anda. Di sini, Anda dapat mengajari mereka nilai-nilai tentang alam, pentingnya lingkungan, dan tempat di mana waktu yang berkualitas tidak hanya dengan satu sama lain, tetapi juga dengan lingkungan. Jika kesibukan kota membuat hari-hari Anda tertekan, cobalah benamkan kepala Anda ke dalam air pegunungan yang jenir dan sejuk. Tutup mata Anda dan biarkan perasaan tertekan Anda mengalir dengan air ke hilir. Perjalanan ke sungai Citumang sangat menyenangkan dan bermanfaat, jadi ketika Anda di sana, gunakan waktu Anda untuk bersenang-senang dan menyegarkan tubuh, jiwa dan pikiran.

Citumang terletak di antara Pangandaran dan Green Canyon. Satu-satunya transportasi umum yang dapat membawa Anda ke tempat ini adalah ojek. Anda juga bisa menyewa sepeda untuk menuju ke sungai ini, yang Anda perlu lakukan hanya mengikuti petunjuk yang mengarah ke Citumang. Jika Anda menggunakan mobil, cara terbaik untuk sampai ke Sungai Citumang adalah melalui pasar lokal Cibenda lewat Panyingkiran melalui jalan sempit dan sawah hijau sampai Anda menemukan tempat parkir. Dari sana Anda harus berjalan kaki sekiatar 25 menit untuk menuju sungai.

Kamis, 21 Juli 2016

Wisata Pantai: 2 Pantai Cantik di Papua yang Patut di Kunjungi

Wisata Seru Indonesia - Pesona Pantai Harlem dan Pantai Bakaro di Papua sudah mendunia. Walaupun kedua pantai ini terletak di propinsi paling timur Indonesia namun tak menyurutkan para pecinta pantai untuk berkunjung. Berikut wisata seru di kedua pantai itu yang patut dipertimbangkan sebagai destinasi liburan Anda selanjutnya.

Pantai Harlem

tempat wisata pantai harlem
Pantai Harlem Papua
Banyak masyarakat Papua yang mengatakan bahwa pantai Harlem merupakan pantai terindah di Papua. Oleh sebab itu, pantai ini cukup banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.

Pantai Harlem adalah salah satu obyek wisata yang terletak di Kabupaten Jayapura, Papua, tepatnya di Kampung Tablanusu, Distrik Depapre. Desa Tablanusu ini hampir mewakili sebuah desa pantai yang sempurna. Indah, sunyi, hijau, penuh bunga, pun bersih bukan kepalang. Desa juga dipenuhi batu kecil berbentuk lonjong berpermukaan halus. Tak hanya menggantikan fungsi aspal, batu ini juga menyebar di seluruh bentangan pantai.

Perjalanan ke Kampung Tablanusu memakan waktu sekitar dua jam dengan jarak tempuh sekitar 60 kilometer. Lamanya waktu perjalanan disebabkan oleh kondisi jalan dari arah Sentani menuju Depapre yang kurang baik. Banyak ruas jalan berlubang, penuh debu, dan sempit.

Tempat Wisata Pantai Lainnya:
Tempat Wisata Pantai, Berlibur ke Kepulauan Derawan dan Nikmati Keindahannya
Tempat Wisata Pantai, Sejuta Keindahan Raja Ampat Papua Barat
Tempat Wisata Pantai, Pulau Kambing Tanjung Bira Memanjakan Para Penikmat Bawah Laut
Tempat Wisata Pantai, Pulau Tagalaya Surganya Para Penyelam

Untuk mencapai ke Pantai Harlem, kita harus mengarungi laut dengan kapal nelayan selama 30 menit dari Tablanusu. Fasilitas di pantai ini juga terbilang cukup memadai seperti penjual makanan, souvenir dan jasa pendukung liburan lainnya.

Setengah jam perjalanan sosok pantai itu akan terlihat. Pasir putih membentang, kontras dengan warna hijau bebukitan yang jadi latarnya. Air laut berubah warna jadi lebih muda, lebih jernih, lalu sosok karang warna-warni mulai terlihat. Ada yang ungu, merah, juga merah muda. Seolah seisi Pulau berteriak, "selamat datang di Pantai Harlem!"

Saat kapal merapat, terlihat beberapa warga lokal sedang mencipratkan air laut ke sebuah kapal penuh hiasan. Rupanya itu kapal baru. Warga setempat biasa berdoa sambil selebrasi kecil-kecilan untuk menyambut alat transportasi laut yang baru jadi itu. Mereka lalu naik kapal dan berkeliling sambil melambaikan tangan.

Pantai Harlem hakikatnya adalah sebuah desa. Penduduknya tak lebih dari 50 orang, dengan lebar desa tak sampai 50 meter. Mungil sekali! Desa ini hanya sebatas pandangan mata. Hanya satu jalan tanah dan untuk Anda eksplorasi dari ujung satu ke ujung lainnya.

Harlem memiliki garis pantai sepanjang sekitar 700 meter. Suasana di tempat itu sangatlah teduh, disertai embusan angin yang pelan. Terdapat banyak pohon kelapa, bintanggur, dan sagu yang tumbuh di tepi pantai.

Di Harlem, warga setempat menyediakan berbagai fasilitas bagi pengunjung, antara lain lima pondok dan empat kamar mandi untuk berganti pakaian. Pengunjung dikenai tarif Rp 150.000 untuk menyewa satu pondok. Warga juga membuat dua ayunan tali yang diikatkan ke pohon.

Kebersihan Pantai Harlem juga sangat terjaga. Sangat jarang ditemukan sampah rumah tangga di tempat itu. Eva Sipos (32), seorang wisatawan asal Hongaria, mengatakan, Harlem adalah salah satu destinasi wisata terbersih yang ditemuinya selama berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Indonesia.

Selain bersih dan masih sepi, Harlem juga memiliki sebuah kolam air tawar yang berjarak sekitar 7 meter dari bibir pantai. Di kolam yang berair sangat jernih itu terdapat beberapa jenis ikan. Berdasarkan penuturan warga sekitar, kolam itu terbentuk alami pada ratusan tahun lalu.

Sebagian besar turis domestik maupun mancanegara mengunjungi Pantai Harlem untuk menyelam dan memancing. Hal ini didukung air laut Pantai Harlem yang biru yang menambah keindahan pantai ini. Namun, di Harlem belum ada penginapan dan restoran yang menjual makanan dan minuman. Oleh sebab itu, pengunjung diharapkan menyiapkan bekal sebelum ke Harlem.

Ricky Bagre (30), warga yang menyewakan pondok, mengatakan, akses ke Harlem mulai ramai tahun 2000. Sebelumnya, 20 tahun lalu, belum ada satu pun warga dari luar Depapre yang tahu tempat ini. Selain lokasinya yang terpencil, jumlah kapal penyeberangan juga sangat minim.
”Saat ini, Harlem mulai ramai dan selalu menjadi pilihan wisatawan dan warga Jayapura setiap akhir pekan. Kami selalu membersihkan sampah yang ditinggalkan wisatawan di pondok. Intinya, seluruh warga kampung berkomitmen untuk menjaga citra Harlem sebagai tempat wisata yang meninggalkan kesan positif bagi pengunjung,” kata Ricky.

Pantai Bakaro

Pantai Bakaro terletak di pesisir utama Manokwari dan terletak tidak jauh dari pantai pasir putih. Kita dapat mencapainya dengan kendaraan roda dua maupun empat. Di pantai ini kita bisa menikmati atraksi pemanggilan ikan dari laut lepas ke perairan tepian pantai dengan menggunakan sumpritan. Ikan-ikan yang terkumpul kemudian diberi makan. Biasanya mereka memanggil ikan dengan menggunakan peluit yang terbuat dari kulit kerang yang ditiup. Begitu mendekat, makanan yang sudah mereka siapkan disebar ke kumpulan ikan itu.

tempat wisat Pantai Bakaro Papua
Ombak Memecah Karang di Pantai Bakaro

Karakter pantai yang berbatu juga memungkinkan para pengunjung dapat mendekati tengah pantai di saat laut surut. Dari sini pengunjung dapat menyaksikan langsung dasar pantai yang jernih tempat ikan-ikan berkumpul.

Pantai Bakaro memiliki warna air laut yang sangat bersih sehingga kita dapat melihat apa yang terdapat di bawah air dari atas permukaan. Selain menikmati keindahan alam Papua yang begitu asli, kita juga dapat menyelam, memancing dan berenang di pantai yang indah ini.

Desa Bakaro pada dasarnya adalah semak-semak yang jarang ditempati oleh masyarakat. Namun sejak tahun 1980an, masyarakat membuka lahan untuk ditempati mengingat lokasinya yang berada di pesisir pantai. Adalah seorang wanita bernama anamina Bonggoimo yang pertama kali menempati tempat tersebut. Meskipun tidak jelas keberadaannya saat ini, namun nama Anamina Bonggoimo menjadi legenda asal-usul Desa Bakaro.

Mengunjungi Desa Bakaro memang pilihan tepat untuk memanjakan mata dengan panorama yang indah luar biasa. Di Desa Bakaro sendiri banyak tempat yang dapat dikunjungi. Namun satu yang paling terkenal adalah Pantai Bakaro yang menawarkan keindahan dan pesona bahari khas nusantara.

Pantai Bakaro merupakan pantai yang sangat ramai di kunjungi oleh pengunjung mancanegara karena pulau ini terlihat sangat eksotisme dengan pemandangannya.

Pantai Bakaro terletak 3 kilometer kearah rimur pantai pasir putih. Kedua pantai ini dipisahkan oleh Kampung Pasirido, tempat bermukim sebagian besar masyarakat Biak Numfor.

Menuju ke Pantai Bakaro Anda akan melewati jalan dengan beragam tumbuhan hijau ditepian. Perjalanan yang ditempuh akan terbayar dengan pasir pantai yang lembut. Pasir putih yang lembut terasa kontras dengan deretan pohon kelapa yang menghiasi tepian pantai. Deburan ombak halus disertai dengan angin sepoi-sepoi juga melengkapi pantai ini seakan menyambut kedatangan Anda.

Jumat, 15 Januari 2016

Tempat Wisata Pantai Santolo di Garut

Arulin Yuuk - Garut terkenal dengan makanan khasnya, yaitu dodol, kerajinan kulit, serta kambing atau dombanya (bandot) yang melegenda. Disamping itu, ternyata ada satu tempat wisata pantai menakjubkan yang belum banyak diketahui para pencinta wisata pantai, yaitu Pantai Santolo yang berada di Garut Selatan.

Tempat Wisata Pantai Santolo
Tempat Wisata Pantai Santolo di Kabupaten Garut, Jawa Barat
Tempat Wisata Pantai Santolo tepatnya berada di daerah pameungpeuk, sekitar 3 jam perjalanan dari Garut Kota. Lama perjalanan ini tidak akan membosankan sebab kita akan disuguhi lukisan alam perkebunan teh yang luas, dataran tinggi dan berbagai penampakan alam pegunungan yang menentramkan hati. Sampai di lokasi, pesona indahnya Tempat Wisata Pantai Santolo dapat membayar lunas kepenatan perjalanan.

Pantai Santolo ini termasuk pantai yang masih sepi. Sebenarnya, Santolo adalah nama sebuah pulau yang memiliki keindahan pantai berkarang juga vegetasi tumbuhan yang masih asri. Sesekali, Anda juga akan menemukan monyet kecil yang bergelantungan di pohon-pohon. Jika Anda berkunjung ketika sedang surut, maka hamparan karang akan terlihat dengan banyak tumbuhan laut dan ikan-ikan kecil yang terperangkap. Banyak pengunjung yang berjalan diantara karang dan mencari ikan-ikan tersebut. Sangat mengasyikan.



Tempat Wisata Pantai Santolo juga merupakan salah satu spot terbaik untuk melihat matahari tenggelam. Walaupun berada di selatan jawa barat, matahari tenggelam di Pantai Santolo tidak kalah indah dengan pantai lain. Anda juga dapat berperahu atau menyewa speed boat untuk mengelilingi pulau dan pantai sekitar.
Di ujung pulau Santolo terdapat jembatan belanda yang sudah tidak terpakai. Dulu memang pernah digunakan untuk menyebrang pulau santolo ketika jaman Belanda, namun sekarang tidak lagi terpakai. Kekokohan jembatan ini membuat banyak orang yang berkunjung ingin mengabadikannya dan berfoto di sana. Seringkali, spot ini juga dijadikan tempat para nelayan memancing atau menebar jala.

Sebelum menyebrang ke Pulau Santolo, Anda akan menemukan pantai Cilauteureun yang berpasir putih. Pantai cilauteureun berada di wilayah LAPAN, yang merupakan tempat penelitian luar angkasa. Penginapan kebanyakan berada di pantai ini, karena Pantai Santolo masih asri sehingga tidak ada penginapan di sana. Walaupun begitu, justru pantai santolo menjadi tujuan wisata dan tempat berkemah bagi para wisatawan.

Penginapan yang berada di sekitar Tempat Wisata Pantai Santolo kebanyakan adalah penginapan yang berhadapan langsung dengan pantai. Dari dalam kamar, Anda dapat melihat laut lepas juga pemandangan lain yang indah. Harga penginapan masih terjangkau dengan berbagai fasilitas yang disediakan.

Rabu, 13 Januari 2016

Tempat Wisata: Panorama Indah Khas Bali di Pantai Tanah Lot

Arulin Yuuk - Gambar Sebuah Pura di atas karang di pantai sering kita temui dalam brosur-brosur promosi wisata Bali atau artikel-artikel terkait Bali. Pura Tanah Lot seakan menjadi ikon Pulau Dewata. Siapa pun yang melihat gambar itu, baik orang Indonesia sendiri maupun orang asing, akan langsung mengerti gambar itu terkait dengan Bali.

Tempat Wisata Pantai Tanah Lot Bali
Sebuah Pura di Atas Karang di Tempat Wisata Tanah Lot Bali
Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan adalah lokasi Pantai Tanah Lot. Dari kota Denpasar, Tanah Lot kira-kira berjarak 25 Km dan secara geografis berada di pesisir selatan pulau Bali. Daya tarik utama Pantai Tanah Lot, selain keindahan pantai dengan batu-batu karang yang memecah ombak, adalah keberedaan Pura Tanah Lot atau disebut juga Pura Luhur Tanah Lot yang berdiri kokoh di atas karang.

Pura Tanah Lot yang berada di atas batu karang besar ini menghadap ke Samudra Hindia. Pura ini adalah tempat beribadah bagi umat Hindu yang dibangun guna memuja Dewa Laut atau Dewa Baruna sebagai manifestasi Tuhan dalam menjaga keseimbangan antara laut dan bumi untuk keselamatan dan kesejahteraan dunia. Pura ini masuk kategori Pura Kahyangan Jagat, artinya pura yang sangat sakral dan suci sehingga harus dijaga betul kesucian dan kelestariannya oleh masyarakat Hindu Bali.


Pura Tanah Lot diklaim sebagai karya imam Nirartha pada pada abad 16. Selama perjalanannya di sepanjang pantai selatan, ia melihat sebuah bukit batu (karang pantai) yang indah lalu beristirahat di sana. Beberapa nelayan setempat melihatnya, lalu memberi hadiah-hadiah kepadanya. Nirartha kemudian menghabiskan malam di pulau kecil itu. Esok paginya, ia berbicara kepada para nelayan dan mengatakan kepada mereka untuk membangun sebuah kuil di atas batu karang karena ia merasa itu menjadi tempat suci untuk menyembah para dewa laut Bali.

Banyak wisatawan yang sengaja berkunjung ke Pantai Tanah Lot di sore hari menjelang matahari terbenam. Peristiwa terbenamnya matahari di Pantai Tanah Lot pada saat cuaca yang cerah menjadi idaman bagi para wisatawan. Siluet Pura di atas karang yang dipadu dengan warna merah kekuningan di langit saat matahari terbenam, ditambah hembusan angin yang membawa suara debur ombak memecah batu karang, seolah menyihir kita masuk kedalam suasana tenang dan damai.

Keunikan lain di tempat wisata ini adalah keberadaan Ular Suci yang ada di Pura Tanah Lot. Ular ini dipercaya sebagai penjaga dan penyelamat Pura Tanah Lot dari serangan-serangan jahat yang mengganggu kesucian pura. Jenis ular ini masuk keluarga Bungarus Candidus, yaitu ular laut yang sangat berbisa dan berbahaya. Corak tubuhnya berwarna hitam dan putih yang melingkar. Ular ini diyakini akan menyerang siapa pun yang berniat jahat ingin merusak keberadaan dan kesucian Pura Tanah Lot. Walaupun deskripsi ilmiah menyatakan ular ini termasuk jenis yang berbahaya, ternyata ular ini akan tetap diam dan tenang saat pengunjung menyentuh dan mengelus-elus ular suci ini tanpa khawatir akan serangannya. Tentu saja saat menyentuh itu harus ditemani oleh seseorang yang mengerti akan karakter dari ular suci Tanah Lot ini. Mitos dalam masyarakat menyebutkan bahwa dengan menyentuh ular suci ini sambil berdoa maka apa yang kita inginkan akan terkabulkan. Percaya atau tidak? Berkunjunglah ke Pantai Tanah Lot di Bali pada kesempatan pertama liburan Anda berikutnya.

Kamis, 31 Desember 2015

Tips Wisata Tahun Baru-an 2016 bagi Muslim

Pesta Kembang Api di Monas
Perayaan Tahun Baru di Monas Jakarta
Wisata Seru Indonesia - Setiap pergantian tahun Masehi, nyaris setiap jengkal tanah di bumi menjadi gaduh dengan berbagai kegiatan. Tanpa memandang status sosial, usia, dan agama, orang-orang seperti serempak mengadakan 'pesta' bersama-sama. Banyak yang berpendapat, "bebas berperilaku apa saja yang bikin hati senang nggak apa-apa, toh hanya sekali setahun."

Tidak bisa dipungkiri, langsung atau tidak, kita akan berada dalam suasana hingar-bingar ini. Sekalipun kita hanya berdiam diri di rumah, lingkungan sekitar tempat tinggal kita akan mengirimi kegaduhan suasana tahun baru tanpa kita minta.

Berikut adalah tips bagaimana seorang muslim menyikapi kondisi ini menjadi sesuatu yang menyenangkan, menjadi peristiwa wisata yang bermanfaat, tanpa terjebak dalam hingar-bingar tahun baru.

1. Tetap Bersama Keluarga

Usahakan semaksimal mungkin bersama keluarga inti sehingga kita tidak merasa was-was salah satu keluarga entah ada di mana pada malam tahun baru. Buatlah benar-benar sebagai kebersamaan keluarga yang berkualitas.

2. Tetapkan tujuan yang jelas dan kemampuan dompet kita

Jika keluarga mengajak keluar rumah pada malam tahun baru, maka diskusikan bersama mereka dan tetapkan tujuan yang jelas dan batas anggaran yang kita miliki. Jangan hanya asal keluar rumah tanpa tujuan yang jelas.

Pada perayaan tahun baru, sebetulnya hanya ada 3 peristiwa yang akan menyedot perhatian orang untuk bisa hadir di sana. Tiga peristiwa itu adalah matahari terbenam pada tanggal 31 Desember, pergantian hari pada pukul 00.00, dan terbitnya matahari pada tanggal 1 Januari. Diskusikan dengan keluarga dan ambil keputusan untuk memilih peristiwa mana saja yang akan kita kunjungi bersama-sama dan kosekuensinya terkait ibadah sholat.

3. Mendekat ke lokasi tujuan lebih awal dan perhitungkan waktu sholat

Misalkan dari hasil diskusi keluarga menetapkan mengunjungi wisata matahari terbenam di sebuah pantai. Usahakan kita sudah lebih awal (3 jam sebelum matahari terbenam) berada dekat dengan lokasi pantai tujuan, lebih baik lagi, jika lokasi itu bisa di capai dengan jalan kaki.

Ingatkan pada keluarga bahwa saat matahari terbenam itu akan bersinggungan dengan saat sholat maghrib yang bersamaan dengan keramain bahkan kemacetan jalan sehingga harus dipersiapkan segalanya dengan baik. Bukankan sholat magrib bisa dijamak karena di luar kota? Bagi yang berpendapat demikian silahkan, namun bagi saya pribadi, saya belum menemukan alasan yang tepat untuk menjamak sholat Maghrib di waktu Isa hanya karena 'menonton matahari terbenam'.

Anggaplah Anda sama seperti saya, malu sama Allah menjamak sholat magrib ke waktu Isa hanya gara-gara nongkrongin matahari terbenam, lakukan survey lapangan sebentar untuk mencari masjid atau mushola terdekat dari lokasi. Perkirakan berapa lama dari lokasi sampai ketempat sholat. Jika dalam perkiraan ternyata dari lokasi ke mushola terdekat tidak terkejar waktu sholat magrib, maka siapkan tikar atau alas untuk sholat serta mengetahui tempat berwudhu dan arah kiblat.

Hal di atas juga bisa diterapkan untuk mengunjungi tempat wisata matahari terbit. Perbedaannya, Kita harus sholat shubuh dulu dan tidak punya alternatif untuk menjamak. Terkait dengan sholat itu, jika pada saat melihat matahari terbenam konsentrasi kita pada 'setelah menikmati sunset', maka untuk wisata sunrise kita konsentrasi pada sebelum menonton indahnya matahari terbit.

Agak sedikit berbeda jika pilihan utama adalah wisata pergantian tahun pada pukul 00.00. Tidak ada bentrokan waktu dengan waktu sholat wajib secara langsung. Walaupun demikian, sholat Isa lebih dulu sebelum berada di lokasi menjadi keharusan. Sulit bagi kita untuk melakukan sholat Isa jika sudah berada di lokasi. Keramaian pengunjung dan kondisi malam hari akan menjadi penghalang utama. Bahkan, dampak dari kemacetan ini bisa membuat kita kehilangan sholat subuh normal. Anda bisa jadi sholat shubuh di dalam kendaraan.

Pilihan menonton atraksi pergantian tahun pada pukul 00.00 memang tidak berbenturan langsung dengan waktu sholat namun dapat dipastikan jalanan menuju dan meninggalkan lokasi acara akan sangat ramai dan macet juga bising dengan suara terompat, klakson dan petasan. Jika Anda menyukai kondisi dengan suasana keramain seperti ini sebagai nilai 'wisata' yang menyenangkan bagi Anda, maka inilah alternatif terbaik wisata tahun baru Anda. Alternatif untuk menghindari keramaian jalan menuju "pesta rakyat" tetapi tidak ketinggalan puncak acara pergantian tahun pada pukul 00.00 dan kita memiliki dompet yang cukup tebal, carilah hotel-hotel yang menyelenggarakan pesta pergantian tahun yang meriah lalu kita memesan jauh hari sebelumnya untuk menginap di hotel itu.

Dari ketiga peristiwa menarik yang selalu dipadati pengunjung pada tahun baru, kita bisa memilih 2 acara atau 3 acara itu sekaligus jika mampu. Misalkan target utama adalah sunset maka pilihan tambahan bisa perayaan malam tahun baru atau sunrise atau bahkan ketiga-tiganya bisa kita kunjungi. Syarat utamanya adalah acara itu berada dalam satu wilayah yang tidak terpisah jauh. Kondisi jalanan yang macet harus benar-benar diperhitungankan sebab, bisa jadi, jarak 100m bisa kita tempuh dalam waktu 3 jam dengan kendaraan roda 4!

4. Disiplin dengan anggaran

Banyak yang terjebak dalam kondisi dan prasangka 'toh hanya sekali setahun' lalu lupa bahwa setelah tanggal 1 Januari masih ada hari-hari yang akan dilalui dan membutuhkan biaya. Karena itulah, Anda harus super ketat dan disiplin agar tidak tergoda untuk melanggar anggaran yang sudah ditetapkan bersama keluarga. Ingatkan pada anak-anak jika merengek minta ini dan itu di luar anggaran bahwa mereka telah komit dan janji tidak belanja di luar rencana.

5. Sedekahkan sebagian dari total biaya wisata

Ini sama sekali tidak terkait langsung dengan rencana dan teknis pelaksanaan wisata tahun baru. Namun demikian, hal ini sangat saya anjurkan agar kegiatan wisata menjadi berkah dan kita tetap dalam perlindungan-Nya. Minimal 2,5% dari total biaya wisata segera sedekahkan. Lebih banyak tentu lebih baik.

6. Pilihan terbaik yang menantang hati kita

Poin terakhir ini hanya sekedar tantangan yang sepertinya mudah Anda menangkan tapi cukup berat dilakukan. Wisata ini menutup tahun 2015 dengan cara yang berbeda. Sangat elegan dan pasti disukai Allah. Walaupun terkait dengan kesukaan Allah pada hambanya, saya tidak memberi alternatif menutup tahun 2015 dengan wisata kotemplasi di masjid-masjid mendekatkan diri pada Allah. Tentu saja wisata kotemplasi itu baik dan cobalah sesekali dengan keluarga.

Anggap pilihan ini sebagai 'permainan' akhir tahun. Setelah kita diskusi sambil bercanda dengan seluruh annggota keluarga untuk mengisi acara tahun baru dan telah ditetapkan tujuan serta anggarannya. Tunggulah  2 atau 3 hari setelah itu untuk diskusi kembali dengan mereka. Pada diskusi ini, sampaikan usulan Anda bahwa bagaimana jika acara tahun baru itu dibatalkan? Total seluruh biaya yang sudah di anggarkan tetap akan dikeluarkan tetapi semuanya disumbangkan untuk yatim piatu atau dhu'afa! Jadi, sampaikan kepada mereka bahwa acara jalan-jalan tahun baru diganti jalan-jalan ke asrama yatim atau mengunjungi dhu'afa untuk memberikan sumbangan.

Jangan memaksakan kehendak tentunya saat diskusi itu. Ikuti saja apa pun hasilnya nanti. Hasil diskusi itu, apakah wisata tahun baru tetap dilaksanakan atau menjadi sedekah untuk yatim dan dhu'afa, semuanya adalah 'nilai nyata' dari keluarga Anda terkait 'keiklasan'. Dari hasil itu tentu saja kita bisa berusaha untuk lebih baik di tahun depan dalam mengarahkan perahu layar keluarga menuju pelabuhan Allah.

Selamat tahun Baru 2016!

Selasa, 22 Desember 2015

Wisata Fauna: Pulau Komodo, Pesona Habitat Asli Komodo

Tak ada sunset semenarik di Labuan Bajo. Pulau-pulau kecil berbukit dan perahu yang hilir mudik dengan latar belakang matahari merah bundar yang berpendar menjadi pemandangan alam yang sungguh dramatis. Labuan Bajo, pelabuhan kecil di ujung barat Flores ini, telah lama difungsikan sebagai pintu masuk menuju Pulau Komodo.

Komodo
Komodo
Saat pagi, tiap mentari mulai meninggi, aktivitas Labuan Bajo bergeliat kembali. Pelabuhan kecil ini tak pernah sepi dari aktivitas wisatawan yang ingin menjelajahi eksotika Pulau Komodo. Setelah ditetapkannya kawasan Indonesia Timur sebagai tujuan utama pariwisata Indonesia, kehidupan sekitar Labuan Bajo makin bergeliat.

Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dibangunnya berbagai infrastruktur dan fasilitas penunjang wisata membuat kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo semakin meningkat dari tahun ke tahun. Data Taman Nasional Pulau Komodo menunjukkan hingga akhir Oktober 2013 total kunjungan ke Pulau Komodo mencapai 53.739 orang, yang sebagian besar berasal dari Australia, Amerika, dan Prancis.

Untuk sampai ke Pulau Komodo dari dermaga Labuan Bajo menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan speed boat. Waktu tempuh ini akan lebih lama jika menggunakan perahu biasa.

“Wisatawan yang ingin ke Pulau Komodo biasanya disatupaketkan dengan kunjungan ke Pink Beach dan Pulau Rinca, tetapi ada juga yang mampir ke Pulau Padar,” ucap Gonzales, pemandu wisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia chapter Flores.

Saat tiba di Pulau Komodo, ranger langsung menjelaskan secara umum gambaran pulau tersebut. Ada empat jenis tracking yang bisa dipilih wisatawan, yaitu adventure, long track, medium track, dan short track. Jacky, salah seorang ranger Taman Nasional Komodo, mengungkapkan, “Panjang track adventure itu 8 km, dapat ditempuh selama 4-5 jam. Sedangkan untuk long track panjangnya 4 km selama 2 jam, medium track 2 km selama 1 jam, dan short track hanya 1 km, tidak lebih dari setengah jam perjalanan.”

Sebelum petualangan menjelajahi Pulau Komodo dimulai, Jacky mewanti-wanti kepada para wisatawan tentang perihal yang tidak boleh dilakukan selama trekking. “Ada peraturan Taman Nasional Komodo yang harus dipatuhi, yaitu jangan berpisah dari kelompoknya, satu kelompok terdiri dari 10 orang. Jangan buang sampah sembarangan dan kalau melihat komodo jangan coba-coba untuk menyentuhnya. Agar memudahkan pemandu, rombongan jangan terpecah. Jalannya yang lambat mohon dipercepat dan yang cepat mohon diperlambat,” tutur Jacky.

Pulau Komodo telah diakui sebagai salah satu situs Warisan Dunia UNESCO. Pulau ini memiliki luas lebih dari 3.000 hektar dan menjadi habitat asli bagi 2.919 komodo. Menurut penuturan Jacky, perkembangbiakan komodo stabil dari tahun ke tahun dan jumlahnya meningkat meski ia tak tahu angka pastinya.

Sambil mengiringi wisatawan menjelajahi Pulau Komodo, Jacky juga menjelaskan cara komodo bertahan hidup cukup unik. Komodo suka berkamuflase dengan cara berdiam di tanah. Saat rusa melintas, komodo langsung menerkam rusa di bagian kakinya.

“Yang bermain dari gigitan komodo itu bakterinya. Dia punya bakteri yang beracun dan mematikan,” ucap Jacky.

Uniknya komodo akan makan bersama ketika berhasil mendapatkan daging buruan. Uniknya lagi komodo betina-lah yang biasanya berburu rusa, komodo jantan hanya menunggu saja. Waktu berburu komodo, menurut Jacky, sekitar pukul 6 hingga pukul 10 pagi.

“Takaran untuk satu ekor komodo dewasa itu sekitar 50 kg daging, jadi satu pas-nya itu dimakan oleh satu komodo dewasa, tapi mereka tetap makan bersama,” tutur Jacky menambahkan.

Sulphurea Hill 

Tak hanya puas melihat tingkah laku komodo yang menyeramkan, pulau yang telah diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO ini juga menawarkan panorama keindahan alam yang memukau. Sulphurea Hill salah satunya. Sulphurea Hill adalah sebuah bukit di Pulau Komodo yang menjadi habitat asli burung Kakaktua. Bukit dengan pemandangan indah ini namanya diambil dari nama latin burung kakaktua. Hal tersebut bukan tanpa sebab. Pasalnya di kawasan perbukitan ini sebelum pagi banyak dijumpai burung kakaktua bertengger.

Pink Beach

Pulau Komodo juga menyimpan keindahan Pink Beach yang menawan. Pink Beach menjadi salah satu pantai langka di dunia lantaran pasir pantainya yang berwarna merah muda. Warna pasir pantai yang unik tersebut bersumber dari batuan koral yang hancur di lautan. Namun versi lain mengatakan pasir merah muda ini berasal dari hewan mikroskopik bernama firaminifera.

Sejarah Pulau Komodo

Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Pesona Indonesia Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com.Pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara, dan Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut bersama dengan, Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain.

Bukan hanya di Pulau Komodo, habitat komodo juga ada di pulau yang berdekatan dengannya. Seperti di Pulau Rinca. Di pulau tersebut, wisatawan bisa leluasa melihat dan mengamati pola keseharian komodo. Terdapat tempat yang tepat untuk melihat kawanan komodo.Tak cukup waktu seharian untuk menjelajahi Pulau Komodo, mengingat pulau ini menyimpan beragam kekayaan keindahan alam yang memukau. Keberagaman keindahan alam yang perlu dijaga dan dilestarikan, sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia-Nya.

Selasa, 08 Desember 2015

Tempat Wisata Sejarah: Benteng Fort Rotterdam di Makasar

Arulin Yuuk - Fort Rotterdam merupakan salah satu dari sejumlah benteng yang dibangun pada masa Kerajaan Gowa, sebagai pengawal dari benteng induk Somba Opu. Tatkala pihak kolonial Belanda berhasil menaklukkan Kerajaan Gowa, Benteng Ujungpandang merupakan satu-satunya yang dibiarkan sehingga sampai kini masih berdiri kokoh.

Tempat Wisata Fort Rotterdam Makasar
Tampak Depan Benteng Fort Rotterdam Makasar
Benteng Somba Opu, termasuk sejumlah benteng pengawal lainnya, seperti Benteng Kale Gowa, Benteng Panakkukang, Benteng Barombong, Benteng Garassi, Benteng Mangara Bombang, dan Benteng Ana' Gowa dihancurkan rata dengan tanah.

Letak Benteng Ujungpandang ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' Kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros.

Fort Rotterdam ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan. Orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda.

Pada saat Belanda menempati benteng ini, nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur.

Salah satu obyek tempat wisata yang terkenal di sini selain melihat benteng, adalah menjenguk ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap ditanah Jawa. Perang Diponegoro yang berkobar antara tahun 1825-1830 berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

Diponegoro kemudian ditangkap dan dibuang ke Menado, lantas tahun 1834 ia dipindahkan ke Fort Rotterdam. Dia seorang diri ditempatkan di dalam sebuah sel penjara yang berdinding melengkung dan amat kokoh.

Di ruang itu ia disedikap dengan ditemani peralatan shalat, Alquran, dan tempat tidur. Banyak kemudian yang meyakini bahwa Diponegoro wafat di Makassar, lalu ia dikuburkan di situ juga.

Ada pendapat lain mengatakan, mayat Diponegoro tidak ada di Makassar. Begitu ia wafat Belanda memindahkan ketempat rahasia agar tidak memicu letupan diantara pengikut fanatiknya di Jawa atau di situ.
Sangat terasa suasana peninggalan sejarah ketika pengunjung mulai masuk ke dalam benteng melalui terowongan dan pos penjagaan. Di dalam Fort Rotterdam, terdapat 13 bangunan masih berdiri kokoh dengan taman hijau yang bisa dijadikan tempat berpose, bersantai, dan juga biasa dijadikan tempat berkumpulnya komunitas dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Kebanyakan orang memilih duduk sambil ngobrol di tembok benteng yang lebarnya sekitar 3 meter mengelilingi gedung-gedung sejarah. Pemandangan yang indah saat tenggelamnya matahari bisa disaksikan dari benteng ini. Di sebelah, utara, timur dan selatan benteng, keindahan Kota Makassar menjadi pemandangan menakjubkan.

Senin, 07 Desember 2015

Tempat Wisata: Musik Alami di Goa Tabuhan

Arulin Yuuk - Tertarik dengan musik gamelan khas Jawa? Cobalah berkunjung ke tempat wisata Goa Tabuhan. Di salah satu sudut goa ada kumpulan stalagtit yang bisa menghasilkan bunyi serupa gamelan. Oleh kelompok gamelan yang dibentuk dari warga setempat, bunyi-bunyian ini diubah menjadi orkestrasi musik tradisional. Karena itulah, goa ini berubah nama menjadi Goa Tabuhan. Awalnya goa ini bernama Goa Tapan, karena dulu sering dimanfaatkan orang untuk bertapa. Kedalaman goa ini sekitar 100 meter dan memiliki dua ruangan.

Goa Tabuhan di Pacitan
Pertunjukan Gamelan dan Tari di Goa Tabuhan

Goa ini tepatnya berada di desa Wareng, kecamatan Punung, kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kira-kira 40 km dari pusat kota Pacitan ke arah barat. Daerah ini terletak di perbatasan Jawa Tengah sebelah selatan. Pacitan bisa dicapai dari Wonogiri Jateng, Ponorogo Jatim, atau Trenggalek Jatim. Namun, Anda juga bisa datang dari Yogyakarta melalui jalur alternatif yang melewati Kabupaten Gunung Kidul. Jalur ini sudah beraspal halus, namun di beberapa tempat masih relatif sepi sehingga tidak disarankan untuk perjalanan malam hari.

Bila Anda menggunakan bis umum, Anda akan turun di terminal Punung dan dilanjutkan dengan ojek karena tidak ada angkot menuju ke Goa. Tarif ojek sekitar Rp 10.000 . Namun saat hari pasaran Pahing, Anda bisa menaiki mobil pick up yang difungsikan sebagai angkot dengan tarif hanya Rp 3000 saja. Tiket masuk goa sendiri hanya Rp 4000 per orang. Anda juga bisa menyewa senter kalau ingin memasuki goa lebih dalam lagi, dengan harga sewa cukup Rp 5000.

Menurut sejarah setempat, goa ini ditemukan oleh Kyai Santiko yang pada waktu itu kehilangan sapi, dan akhirnya ditemukan di goa ini. Lalu, goa ini dibersihkan dan diambil oleh Raden Bagus Joko Lelono dan Puteri Raden Ayu Mardilah. Goa ini terlihat besar dari luar, dan begitu masuk Anda langsung disuguhi kubah yang megah, lengkap dengan stalaktit (batuan yang berbentuk seperti tiang dan menempel di atap goa) dan stalagmit (seperti stalaktit, namun menempel di dasar goa). Namun bila Anda menjelajah lebih dalam, Anda hanya akan menemukan jalan kecil buntu yang ujungnya dipercaya sebagai tempat bertapa Pangeran Diponegoro dan pengikutnya.

Yang unik dari Goa ini adalah adanya stalaktit dan stalakmit yang jika dipukul mengeluarkan suara nyaring dan merdu. Oleh karena itu, goa ini kerap digunakan sebagai pentas musik jawa tradisional dengan hanya kendang, stalaktit, dan stalakmit sebagai instrumentnya. Sulit dipercaya memang jika belum menyaksikan langsung.
Tembang jawa dinyanyikan oleh tiga orang penyanyi wanita yang disebut sinden, diiringi dengan empat pria sebagai pemukul kendang, stalaktit, dan stalakmit. Memang tidak semua batuan bisa mengeluarkan suara merdu, hanya beberapa saja yang bisa digunakan sebagai instrument musik. Tembang jawa seperti “Nyidam Sari” dinyanyikan dengan merdu, dengan sesekali ditimpali suara berat waranggana atau penabuh kendang.

Meski hanya bernyanyi selama kira-kira 20 menit, namun tembang-tembang ini mampu menyihir penonton hingga tak beranjak dari tempatnya. Untuk menyaksikan musik unik ini, sebenarnya Anda harus “menyewa” pemain musik tersebut seharga Rp 70.000, namun jika kondisi sedang ramai, mereka akan bermain sendiri dan berharap penonton mau memberi uang sukarela. Jadi sebaiknya Anda datang saat hari Sabtu-Minggu atau liburan, dan jangan lupa memberi uang sepantasnya untuk mereka.

Populer