Kemang Pratama, Bekasi-Indonesia gendukundul@gmail.com +62 813-1481-8283

Informasi Pariwisata Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Agustus 2017

Tempat Wisata Alam Alas Purwo

Arulin Yuuk - Para wisatawan yang berkunjung ke Alas Purwo akan disambut sebuah pesan bijak, "Alam itu pasrah kepadamu" yang tertulis disebuah papan. Pesan singkat ini tentu sebagai 'reminder' kepada umat manusia bahwa kelestarian dan kerusakan alam sangat tergantung dari perbuatan manusia sendiri terhadap alam. Alas Purwo merupakan salah satu hutan tropis di Pulau Jawa yang masih Natural.


Alas Purwo memiliki Padang Rumput (Savana) yang luasnya mencapai 80 Ha di sektor Sadengan. Padang Rumput ini menjadi sumber makanan dan tempat hidup berbagai binatang. Banteng (bos javanicus), Babi Hutan (sus scrofa), Rusa (cervus timorensis), Kijang (muntiacus muntjak), Ajag (cuon alpinus), Macan Tutul (panthera pardus) adalah sebagian dari satwa liar yang, jika beruntung, bisa disaksikan wisatawan. Tentu menjadi pengalaman menarik dan langka jika kita beruntung menyaksikan perilaku satwa-satwa liar itu hidup di habitatnya secara langsung.

Agar kita tidak terlewat moment penting dalam memperhatikan satwa, maka sebaiknya wisatawan membekali perlengkapan wisata dengan kamera dan Teropong. Pada sore hari di Sadengan, bisa jadi wisatawan beruntung menyaksikan hewan-hewan tersebut sedang mengais makanan di padang rumput. Dari pos pemantauan satwa yang berbentuk gubuk dengan tiga lantai, wisatawan bisa melihat secara langsung satwa liar dari ketinggian.

Ada sebuah mitos yang sangat diyakini oleh masyarakat, jika ada yang berani merusak Alas Purwo maka dia akan mendapatkan bala dikemudian hari. Karena itulah, di gerbang masuk sektor Rowo Bendo tertulis ”Jangan Tinggalkan Apapun kecuali Telapak Kaki dan Jangan Mengambil Apapun kecuali Foto”
Di sektor timur ini terdapat beberapa goa diantaranya yaitu Goa Istana, Macan, Sendang Srengenge, Padepokan, dan Putri. Keberadaan Goa ini banyak digunakan para pencari ilmu (laku) untuk mendalami ilmu-ilmu spiritual dan kedigdayaan. Tanaman bambu mendominasi sektor ini dengan luas mencapai 40% dari total luas hutan. Sementara itu, di sektor barat yang dekat pantai, banyak terdapat hutan bakau terutama di segoro anakan.


Alas Purwo dapat kita capai dalam waktu 1 jam perjalan dari Kota Banyuwangi Jawa Timur. Sepanjang perjalanan dari Banyuwangi ke Kecamatan Tegaldlimo akan melalui hutan buatan yang menjadi zona penyangga Taman Nasional Alas Purwo. Setelah membayar tiket masuk yang harganya sangat terjangkau, 1 km pertama ke arah Timur wisatawan dapat melihat bangunan yang digunakan umat Hindu melakukan upacara Pagerwesi (upacara keagamaan umat hindu yang dilakukan periodik setiap 210 hari).

Minggu, 24 Juli 2016

Tempat Wisata Air Terjun Citumang

Arulin Yuuk - Sebagai alternatif tempat wisata di Pangadaran, Citumang bisa menjadi tempat wisata sampingan yang sempurna. Berenang di air pegunungan yang segar, hiking dan menelusuri gua adalah salah satu dari banyak hal yang dapat Anda lakukan di Citumang. Tempat Wisata Air Terjun Citumang juga menawarkan pemandangan yang menakjubkan bagi fotografer pemula dan para profesional.

Tempat Wisata Air Terjun Citumang
Tempat Wisata Air Terjun Citumang
Jauh di pedalaman Cijulang, Pangandaran Sungai Citumang mengalir di sebuah hutan hijau lebat yang airnya berwarna kebiruan. Sungai ini dihiasi oleh bebatuan indah, cabang-cabang pohon dan semak-semak. Airnya mengalir ke sebuah gua yang menakjubkan. Di sini, ketenangan akan menyapa Anda. Satu-satunya suara yang Anda dengar adalah suara harmoni alam yang manis, musik yang diciptakan oleh gemericik air dan bisikan angin yang berjalan melalui pepohonan, disertai suara hewan yang bersembunyi malu.


Sungai yang tenang ini terletak di Desa Bojong, kabupaten Ciamis, sekitar 15 km sebelah barat Pangandaran. Nama Citumang, berasal dari penduduk setempat yang percaya bahwa ada buaya yang kakinya patah tinggal di sungai ini. Nama buaya tersebut "Si Tumang", maka sungai ini diberi nama Citumang.

Waktu terbaik untuk mengunjungi sungai Citumang adalah selama musim kamarau (Juni-September), pada musim hujan langit sedikit mendung dan jalan sedikit licin.

Saat Anda berjalan di antara tebing tinggi, suara sungai mulai terdengar. Ketika Anda melewati tebing ini, keindahan sungai yang menakjubkan akan terkuak. Air jernih yang berwarna biru perlahan mengundang Anda untuk melompat kedalam sungai. Ketika Anda berjalan lebih ke hulu, Anda akan menemukan sebuah air terjun yang ditemani oleh pohon besar yang akarnya menjuntai. Tempat ini merupakan tempat yang tepat untuk bermain dengan adrenalin Anda, bergelantungan di ranting pohon seperti Tarzan dan terjun ke dalam air.

Ketika Anda berjalan lebih jauh mengikuti aliran air, Anda akan menemukan sebuah keajaiban alam yang langka. Air sungai masuk kedalam tanah dan muncul kembali di hilir sungai seperti sistem ledeng. Tempat ini terletak di ujung gua yang disebut gua Taringgul, dan aliran sungai di bawah tanah ini disebut "Sanghyang Tikoro" atau diterjemahkan sebagai tenggorokan Allah.

Sungai Citumang adalah tempat yang sempurna untuk membawa anak-anak dan keluarga Anda. Di sini, Anda dapat mengajari mereka nilai-nilai tentang alam, pentingnya lingkungan, dan tempat di mana waktu yang berkualitas tidak hanya dengan satu sama lain, tetapi juga dengan lingkungan. Jika kesibukan kota membuat hari-hari Anda tertekan, cobalah benamkan kepala Anda ke dalam air pegunungan yang jenir dan sejuk. Tutup mata Anda dan biarkan perasaan tertekan Anda mengalir dengan air ke hilir. Perjalanan ke sungai Citumang sangat menyenangkan dan bermanfaat, jadi ketika Anda di sana, gunakan waktu Anda untuk bersenang-senang dan menyegarkan tubuh, jiwa dan pikiran.

Citumang terletak di antara Pangandaran dan Green Canyon. Satu-satunya transportasi umum yang dapat membawa Anda ke tempat ini adalah ojek. Anda juga bisa menyewa sepeda untuk menuju ke sungai ini, yang Anda perlu lakukan hanya mengikuti petunjuk yang mengarah ke Citumang. Jika Anda menggunakan mobil, cara terbaik untuk sampai ke Sungai Citumang adalah melalui pasar lokal Cibenda lewat Panyingkiran melalui jalan sempit dan sawah hijau sampai Anda menemukan tempat parkir. Dari sana Anda harus berjalan kaki sekiatar 25 menit untuk menuju sungai.

Jumat, 15 Januari 2016

Tempat Wisata Pantai Santolo di Garut

Arulin Yuuk - Garut terkenal dengan makanan khasnya, yaitu dodol, kerajinan kulit, serta kambing atau dombanya (bandot) yang melegenda. Disamping itu, ternyata ada satu tempat wisata pantai menakjubkan yang belum banyak diketahui para pencinta wisata pantai, yaitu Pantai Santolo yang berada di Garut Selatan.

Tempat Wisata Pantai Santolo
Tempat Wisata Pantai Santolo di Kabupaten Garut, Jawa Barat
Tempat Wisata Pantai Santolo tepatnya berada di daerah pameungpeuk, sekitar 3 jam perjalanan dari Garut Kota. Lama perjalanan ini tidak akan membosankan sebab kita akan disuguhi lukisan alam perkebunan teh yang luas, dataran tinggi dan berbagai penampakan alam pegunungan yang menentramkan hati. Sampai di lokasi, pesona indahnya Tempat Wisata Pantai Santolo dapat membayar lunas kepenatan perjalanan.

Pantai Santolo ini termasuk pantai yang masih sepi. Sebenarnya, Santolo adalah nama sebuah pulau yang memiliki keindahan pantai berkarang juga vegetasi tumbuhan yang masih asri. Sesekali, Anda juga akan menemukan monyet kecil yang bergelantungan di pohon-pohon. Jika Anda berkunjung ketika sedang surut, maka hamparan karang akan terlihat dengan banyak tumbuhan laut dan ikan-ikan kecil yang terperangkap. Banyak pengunjung yang berjalan diantara karang dan mencari ikan-ikan tersebut. Sangat mengasyikan.



Tempat Wisata Pantai Santolo juga merupakan salah satu spot terbaik untuk melihat matahari tenggelam. Walaupun berada di selatan jawa barat, matahari tenggelam di Pantai Santolo tidak kalah indah dengan pantai lain. Anda juga dapat berperahu atau menyewa speed boat untuk mengelilingi pulau dan pantai sekitar.
Di ujung pulau Santolo terdapat jembatan belanda yang sudah tidak terpakai. Dulu memang pernah digunakan untuk menyebrang pulau santolo ketika jaman Belanda, namun sekarang tidak lagi terpakai. Kekokohan jembatan ini membuat banyak orang yang berkunjung ingin mengabadikannya dan berfoto di sana. Seringkali, spot ini juga dijadikan tempat para nelayan memancing atau menebar jala.

Sebelum menyebrang ke Pulau Santolo, Anda akan menemukan pantai Cilauteureun yang berpasir putih. Pantai cilauteureun berada di wilayah LAPAN, yang merupakan tempat penelitian luar angkasa. Penginapan kebanyakan berada di pantai ini, karena Pantai Santolo masih asri sehingga tidak ada penginapan di sana. Walaupun begitu, justru pantai santolo menjadi tujuan wisata dan tempat berkemah bagi para wisatawan.

Penginapan yang berada di sekitar Tempat Wisata Pantai Santolo kebanyakan adalah penginapan yang berhadapan langsung dengan pantai. Dari dalam kamar, Anda dapat melihat laut lepas juga pemandangan lain yang indah. Harga penginapan masih terjangkau dengan berbagai fasilitas yang disediakan.

Senin, 07 Desember 2015

Tempat Wisata: Musik Alami di Goa Tabuhan

Arulin Yuuk - Tertarik dengan musik gamelan khas Jawa? Cobalah berkunjung ke tempat wisata Goa Tabuhan. Di salah satu sudut goa ada kumpulan stalagtit yang bisa menghasilkan bunyi serupa gamelan. Oleh kelompok gamelan yang dibentuk dari warga setempat, bunyi-bunyian ini diubah menjadi orkestrasi musik tradisional. Karena itulah, goa ini berubah nama menjadi Goa Tabuhan. Awalnya goa ini bernama Goa Tapan, karena dulu sering dimanfaatkan orang untuk bertapa. Kedalaman goa ini sekitar 100 meter dan memiliki dua ruangan.

Goa Tabuhan di Pacitan
Pertunjukan Gamelan dan Tari di Goa Tabuhan

Goa ini tepatnya berada di desa Wareng, kecamatan Punung, kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kira-kira 40 km dari pusat kota Pacitan ke arah barat. Daerah ini terletak di perbatasan Jawa Tengah sebelah selatan. Pacitan bisa dicapai dari Wonogiri Jateng, Ponorogo Jatim, atau Trenggalek Jatim. Namun, Anda juga bisa datang dari Yogyakarta melalui jalur alternatif yang melewati Kabupaten Gunung Kidul. Jalur ini sudah beraspal halus, namun di beberapa tempat masih relatif sepi sehingga tidak disarankan untuk perjalanan malam hari.

Bila Anda menggunakan bis umum, Anda akan turun di terminal Punung dan dilanjutkan dengan ojek karena tidak ada angkot menuju ke Goa. Tarif ojek sekitar Rp 10.000 . Namun saat hari pasaran Pahing, Anda bisa menaiki mobil pick up yang difungsikan sebagai angkot dengan tarif hanya Rp 3000 saja. Tiket masuk goa sendiri hanya Rp 4000 per orang. Anda juga bisa menyewa senter kalau ingin memasuki goa lebih dalam lagi, dengan harga sewa cukup Rp 5000.

Menurut sejarah setempat, goa ini ditemukan oleh Kyai Santiko yang pada waktu itu kehilangan sapi, dan akhirnya ditemukan di goa ini. Lalu, goa ini dibersihkan dan diambil oleh Raden Bagus Joko Lelono dan Puteri Raden Ayu Mardilah. Goa ini terlihat besar dari luar, dan begitu masuk Anda langsung disuguhi kubah yang megah, lengkap dengan stalaktit (batuan yang berbentuk seperti tiang dan menempel di atap goa) dan stalagmit (seperti stalaktit, namun menempel di dasar goa). Namun bila Anda menjelajah lebih dalam, Anda hanya akan menemukan jalan kecil buntu yang ujungnya dipercaya sebagai tempat bertapa Pangeran Diponegoro dan pengikutnya.

Yang unik dari Goa ini adalah adanya stalaktit dan stalakmit yang jika dipukul mengeluarkan suara nyaring dan merdu. Oleh karena itu, goa ini kerap digunakan sebagai pentas musik jawa tradisional dengan hanya kendang, stalaktit, dan stalakmit sebagai instrumentnya. Sulit dipercaya memang jika belum menyaksikan langsung.
Tembang jawa dinyanyikan oleh tiga orang penyanyi wanita yang disebut sinden, diiringi dengan empat pria sebagai pemukul kendang, stalaktit, dan stalakmit. Memang tidak semua batuan bisa mengeluarkan suara merdu, hanya beberapa saja yang bisa digunakan sebagai instrument musik. Tembang jawa seperti “Nyidam Sari” dinyanyikan dengan merdu, dengan sesekali ditimpali suara berat waranggana atau penabuh kendang.

Meski hanya bernyanyi selama kira-kira 20 menit, namun tembang-tembang ini mampu menyihir penonton hingga tak beranjak dari tempatnya. Untuk menyaksikan musik unik ini, sebenarnya Anda harus “menyewa” pemain musik tersebut seharga Rp 70.000, namun jika kondisi sedang ramai, mereka akan bermain sendiri dan berharap penonton mau memberi uang sukarela. Jadi sebaiknya Anda datang saat hari Sabtu-Minggu atau liburan, dan jangan lupa memberi uang sepantasnya untuk mereka.

Jumat, 04 Desember 2015

Tempat Wisata Gunung Bunder, Favoritnya Para Pecinta Air Terjun

Arulin Yuuk - Kawasan Tempat Wisata Gunung Bunder memang tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi pecinta air terjun. Beberapa lokasi wisata air terjun sepertinya berkumpul di sini, misalnya Curug Seribu, Curug Cigamea, Curug Ngumpet dan Kawah Ratu bisa Anda kunjungi di sini sambil menikmati keindahan alam yang memukau di lokasi Gunung Bunder yang termasuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Tempat Wisata Gunung Bunder
Air Terjun di Tempat Wisata Gunung Bunder
Tempat Wisata Gunung Bunder, Pamijahan, masih berada di wilayah Kabupaten Bogor. Ketika Anda sampai di kota Bogor, pilih arah IPB. Setelah beberapa kilometer melewati IPB, Anda akan menemukan sebuah jalan menuju ke Gunung Bunder melewati Cikampak dengan jalur yang sedikit sulit, atau alternatif lain melewati Cibatok yang relatif lebih aman untuk kendaraan roda empat.

Tempat Wisata Gunung Bunder sendiri merupakan hutan milik Perhutani yang sebagian besar ditumbuhi pohon pinus. Di kawasan Gunung Bunder, Anda bisa menemukan beberapa tempat wisata menarik seperti Curug Cadas, Curug Cihurang, Curug Ngumpet, Curug Cigamea, Curug Pangeran, dan Curug Seribu. Selain itu, terdapat juga kawasan wisata Kawah Ratu.
Dengan ketinggian mencapai 1050 meter dari permukaan laut, Tempat Wisata Gunung Bunder adalah tempat yang sejuk dan masih cukup alami. Di kawasan ini juga terdapat camping ground bagi Anda yang senang berkemah dan fasilitas outbound. Ada juga rute treking dan hiking yang bisa ditelusuri untuk menuju berbagai air terjun di kawasan ini.


Jika Anda suka mengunjungi air terjun, salah satu yang menarik untuk dikunjungi adalah Curug Seribu. Curug atau air terjun ini merupakan salah satu air terjun tertinggi di Jawa Barat. Dengan ketinggian sekitar 100 meter, air terjun ini menyajikan pemandangan yang begitu memukau. Suara gemuruh air terjun ini bisa terdengar dari jarak yang cukup jauh karena selain tinggi, debit air yang jatuh bebas dari air terjun ini juga banyak. Ini hanyalah salah satu dari sekian banyak curug yang terdapat di Gunung Bunder.

Setelah memarkir kendaraan bermotor, Anda akan menempuh trek yang cukup menantang sekitar 1 jam perjalanan kaki. Jalur yang harus ditempuh melewati jalan setapak yang cukup curam. Sehingga bagi Anda yang memiliki kelemahan fisik atau memiliki penyakit, sebaiknya tidak mencoba menuju Curug Seribu.

Namun, di sepanjang perjalanan, Anda akan melewati daerah yang indah. Bahkan Anda bisa menjumpai beberapa air terjun kecil. Anda juga bisa menemukan beberapa ekor kera yang berada di jalur menuju Curug Seribu.

Ketika mendekati Curug Seribu, Anda akan mulai mendengar suara gemuruh air terjun. Begitu sampai di Curug Seribu, Anda akan takjub dengan ketinggian air terjun ini yang mencapai lebih dari 100 meter dan air yang jatuh dari air terjun ini begitu banyak. Air yang jernih dan menyegarkan mengalir di air terjun ini. Anda bisa bermain di bawah air terjun tersebut. Namun, berhati-hati agar jangan langsung berada di bawah lokasi air terjun.

Air terjun ini meski musim kemarau tetap deras. Oleh karena itu, di musim hujan, Anda perlu ekstra hati-hati. Karena bisa jadi Anda terseret arus yang deras dari air terjun ini.

Curug Ngumpet

Curug Ngumpet memang tidak setinggi Curug Seribu. Namun untuk mencapai Curug Ngumpet tidaklah sesulit saat mencapai Curug Seribu. Dari pintu masuk hanya berjalan kaki sekitar 15 menit hingga 30 menit dengan jalur yang tidak sesulit menuju Curug Seribu meski juga harus tetap berhati-hati. Ketinggian Curug Ngumpet tidak sampai 50 meter.

Tetapi, Anda juga bisa menikmati keindahan alam di Curug Ngumpet. Kawasan di sekitar Curug Ngumpet masih alami. Mungkin karena letaknya yang masih agak terpencil, sehingga dinamakan

Curug Cigamea

Curug Cigamea memiliki ketinggian yang mirip dengan Curug Ngumpet. Air terjun di Curug Cigamea juga indah. Dan jalur setapak yang harus ditempuh juga tidak jauh dari pintu masuk. Dengan berjalan kaki sekitar 15-30 menit, Anda bisa dengan mudah mencapai air terjun ini. Dan juga banyak warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman di kawasan ini.

Dengan menyusuri jalur setapak, di kawasan berupa tebing. Mula-mula, Anda akan menemukan air terjun kecil menuju Curug Cigamea. Lalu Anda akan menemukan sebuah air terjun di tebing yang curam. Lalu tidak jauh di sana, terdapat air terjun utama dengan ketinggian sekitar 50 meter.

Dengan membayar sekitar Rp 20.000,- per orang, Anda juga bisa menggunakan flying fox untuk mencapai air terjun ini. Pengelola menyediakan fasilitas flying fox yang memang cukup menantang karena menyeberangi jurang menuju Curug Cigamea.

Curug Cigamea merupakan air terjun yang paling sering dikunjungi di kawasan Tempat Wisata Gunung Bunder karena memiliki fasilitas lebih lengkap dibanding air terjun lainnya. Air terjun ini menarik untuk dikunjungi bersama seluruh anggota keluarga karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu sulit dicapai. Anda juga bisa berenang di kolam di dasar air terjun yang tidak berbahaya.

Curug Cihurang

Curug Cihurang juga relatif aman untuk dikunjungi. Di kawasan ini terdapat camping ground atau lahan perkemahan, di mana Anda bisa berkemah dan menginap di kawasan wisata Gunung Bunder. Air terjun ini juga tidak terlalu tinggi. Namun Anda bisa menikmati bermain air dan berenang di kawasan Curug Cihurang.

Curug Cihurang telah dilengkapi berbagai fasilitas bermain dan tidak sealami curug lainnya. Namun, ini bisa menjadi tempat wisata yang cocok bagi seluruh keluarga.

Curug Pangeran

Tidak jauh dari Curug Ngumpet, Anda bisa menjumpai Curug Pangeran. Curug ini termasuk berukuran kecil. Namun Anda bisa berenang dan bermain di kawasan ini dengan aman.

Curug Cadas Ngampar

Curug Cadas Ngampar, juga berada di lokasi wisata Gunung Bunder. Di kawasan ini, Anda bisa menemukan beberapa lokasi air terjun seperti Curug Puteri dan Curug Pengantin. Dinamakan Curug Cadas, karena banyak bebatuan cadas di daerah ini, khususnya di aliran sungai.

Kawah Ratu

Selain wisata mengunjungi air terjun, di kawasan wisata Gunung Bunder, Anda juga bisa mengunjungi Kawah Ratu. Kepundan kawah ini selalu mengeluarkan gas H2S dengan bau yang khas.

Untuk menuju Kawah Ratu, juga harus melewati trek yang sulit dan jauh yaitu sekitar 14 kilometer berjalan kaki atau sekitar 3 hingga 4 jam perjalanan dengan berjalan kaki.

Dan seperti kawasan lainnya di Gunung Bunder, selama perjalanan menuju Kawah Ratu, Anda akan menikmati pemandangan alam yang sungguh indah di kawasan ini. Begitu juga, ketika sampai di Kawah Ratu, Anda akan menjumpai fenomena alam yang begitu indah di Kawah Ratu, termasuk mendengar suara gemuruh kawah akibat adanya proses di perut bumi.

Jangan lupa, selalu perhatikan petunjuk di kawasan Kawah Ratu untuk menghindari bahaya. Misalnya ada papan petunjuk larangan berkemah di lokasi tertentu. Atau juga ada larangan berjongkok agar tidak menghirup gas beracun. Dan juga perhatikan petunjuk status Kawah Ratu, apakah dalam kondisi normal atau berbahaya.

Penginapan di Tempat Wisata Gunung Bunder

Mengingat begitu banyak kawasan yang bisa dikunjungi di Tempat Wisata Gunung Bunder, tentunya Anda tidak bisa mengunjungi semua tempat sekaligus. Anda bisa menginap di kawasan ini. Ada 2 pilihan untuk menginap. Jika Anda seorang petualang, di lokasi ini tersedia camping ground untuk berkemah.

Namun jika Anda ingin berlibur dengan lebih nyaman, di sini juga tersedia beberapa vila dan resor untuk menginap. Salah satu yang cukup terkenal di tempat ini adalah The Michael Resort yang merupakan resor mewah dengan fasilitas yang lengkap.

Jumat, 20 November 2015

Tempat Kuliner: Kue Cubit Sensasional di Bandung dan Bogor

Tempat Kuliner Kue Cubit di Bandung


Arulin Yuuk - Kue cubit terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat seperti telur, gula pasir, tepung terigu, margarin, vanili, baking powder, keju parut, dan coklat meses. Bahan-bahan tersebut dicampurkan kemudian dituangkan ke dalam cetakan. Bahan-bahan akan mengembang dengan dipanggang di atas api kecil. Ketika bagian bawah kue sudah berwarna kecoklatan, Anda bisa mengangkatnya kemudian sajikan dengan parutan keju atau meses agar lebih menarik.

Penampak Kue Cubit
Kue cubit rasanya manis, dan bentuknya yang kecil-kecil merupakan keunikan tersendiri. Banyak orang kantoran yang suka membawanya sebagai bekal ke kantor. Belum lama ini, ada kue cubit green tea yang segera menjadi favorit. Bentuknya yang kecil-kecil pastinya dapat dengan mudah dibawa ke mana saja.

Kalau Anda penasaran dan ingin membelinya langsung, silahkan saja datang ke beberapa alamat di bawah ini. Ada beberapa penjual kue cubit dalam gerobak pedagang kaki lima. Satu paket kue cubit dijual dengan harga antara Rp 8.000—Rp 15.000,- tergantung dari rasa kue cubit yang Anda inginkan. Kebanyakan di pasaran kue cubit ada dengan tiga varian, yakni kue cubit oreo, ceres, dan keju.

Berikut ini, daftar Tempat Kuliner di Bandung yang bisa Anda pilih untuk mencicipi kue cubit!


  • Jl. Cisangkui (sebelum pasar Cisangkuy)
  • Jl. Sumatra (Belakang BIP)
  • Daerah sekitar Masjid Istiqomah
  • Jl. Cimanuk (Depan Erha Clinic)
  • Jl. Hariang Bangga (Depan Sushi Den dan Kupu Bistro)
  • Jl. Ciumbuleuit (Depan Universitas Katolik Parahyangan)
  • Jl. Burangrang (Depan baso Enggal BPI)
  • Simpang Dago (Depan McD dan Salon Memori)
  • Jl. Cikutra (Depan SMA 10)
  • Jl. Prof. Drg. Surya Sumantri (Sebrang Gokana)
  • Jl. Banda (Depan English First dan sebrang Jonas)
  • Jl. P.H Hasan Mustofa
  • Daerah sekitar Jl. Otto Iskandar Dinata
  • Daerah sekitar Kepatihan
  • Daerah sekitar Dewi Sartika

Tempat Kuliner Kue Cubit di Bogor

Kue cubit dengan berbagai varian rasa, bukan lagi sekedar asa. Berkat inovasi dari tiga dara manis yang bernama Ajeng  Yuliani Pratiwi, Anggunia Fitri, dan Widasari Ayu maka kini tak perlu sulit mencari kue cubit. Awalnya memang kalian hanya bisa mendapatkan kue cubit hasil karya mereka di gg. Selot (samping SMAN 1 Bogor) saja, tapi kini hanya dalam waktu tiga bulan, mereka sudah bisa membuka tiga cabang. Meskipun booth nya selalu penuh, tapi tak pernah ada rusuh. Penasaran? Kue cubit seperti apa yang mereka suguhkan? Kue cubit kayak gimana yang bisa menyihir pembeli hingga rela menunggu berjam-jam untuk antri?

Ini dia, Bitten Bogor! Tempat Kuliner Kue Cubit paling kesohor. Gak mungkin banget kalau Bitten Bogor gak bikin kalian ngiler. Kalian juga bisa memilih rasa yang tentunya sesuai selera. Bitten Bogor menyuguhkan dua jenis kue cubit yaitu original dan flavour (bubblegum, redvelvet, greentea, dan taro. Bagaimana dengan harga? Sangat terjangkau kok! Kue cubit original hanya 8.000 dan flavour hanya 10.000. Kalian lebih suka mana, kue cubit yang matang atau setengah matang? Tenang, tinggal dipesan.

Ada satu hal lagi yang menggiurkan, kalian bisa memilih topping sesuai keinginan. Topping yang tersedia yaitu Kitkat greentea/chocolate (2.500), cheese (2.500), oreo(1.500), marshmallow (2.500), ovomaltine (3.000), toblerone (2.000), milo (1.500), nutella (2.500), meses (free). Lebih seru kalau di mix loh! Misalnya, pilih kue cubit rasa redvelvet dengan topping ovomaltine dan cheese, berarti kalian hanya merogoh kocek 12000+3000+2500=17500 (isi 6 kue cubit/mika plastik).

Kalian bisa mendapatkan Tempat Kuliner kue cubit Bitten Bogor ini dimana aja sih? di gg. Selot buka setiap Senin-Sabtu pukul 11.00 hingga habis, di Dramaga setiap Senin-Sabtu pukul 10.00 hingga habis, di Cibinong setiap Senin-Sabtu pukul 11.00 hingga habis, dan di Tebet pukul 17.00 hingga habis. Pada saat saya nyicip kue cubit Bitten Bogor ini di gg. Selot, ternyata tak sedikit warga Depok yang sengaja datang untuk berburu kue cubit Bitten Bogor ini dan biasanya warga Depok lebih sering mampir ke gg. Selot karena tak jauh dari stasiun Bogor.

Baca Kuliner Menarik Lainnya:
Satu hal yang harus kalian ikhlaskan untuk mendapatkan kue cubit Bitten Bogor ini, yaitu harus rela masuk dalam antrian. Salah seorang penikmat kue cubit Bitten Bogor bernama Triani ini rela menunggu lebih dari satu jam loh! Saat ditanyakan kok mau sih menunggu lama begitu? Triani mengaku “soalnya enak sih!”. Mahasiswi kampus Kesatuan ini mengaku sudah berkali-kali kesini, dan menurut dia antrian weekend itu lebih panjang dibandingkan pada saat weekdays. So, bagi kalian yang penasaran, ini saran: datanglah sebelum jam buka dan kalau mau order banyak mendingan pas weekdays.

Kamis, 05 November 2015

Tempat Kuliner: Kue Tapel Mbak Lena Cirebon

Arulin Yuuk - Kue tapel atau kue dadar yang juga memiliki nama beken crapes, merupakan salah satu jajanan tradisional khas kota udang. Pada masa sekarang ini, kue tapel sudah agak sulit untuk menemukan penjualnya, tapi bukan berarti tidak ada. Kita masih bisa menemukannya di ujung jalan Alas Demang, sebuah gang di jalan Pegongan, Cirebon. Dengan tempat yang terbilang sangat kecil dengan peralatan yang sederhana, kue tradisional ini pun sudah dikenal hingga ke beberapa kota lainnya. Bahkan kue tapel mbak Lena ini, juga sudah masuk ke dalam beberapa majalah maupun stasiun TV local dalam program kuliner.

Kue Tapel
Kue tapel atau Kue Dadar
Dengan menggunakan peralatan yang sederhana, mbak Lena biasanya mulai melayani para penggemar crepes dari pagi jam 8 sampai jam 2 siang setiap hari. Namun, ada baiknya kalau datang jangan lebih dari jam 1 siang, karena tak jarang sebelum jam tersebut crapesnya sudah habis diburu para penggemar kue tradisional ini. Ada dua jenis crapes yang dijual, ada yang biasa dibandrol dengan 2 ribu rupiah saja. Dan ada yang special, pada dasarnya bahan yang digunakan untuk kedua jenis crapes ini sama saja. Namun untuk crapes yang special,topping pisangnya lebih banyak dan harganya sedikit lebih mahal 5 ratus rupiah.

Untuk membuat crapes, mbak Lena menggunakan wajan besi yang ditaruh di atas tungku dan sesekali menggosoknya dengan batu karang untuk menghilangkan kerak yang tersisa. Setelah wajan cukup panas, adonan tepung dan kelapa yang lembek dioleskan membentuk lingkaran di atas wajan. Lalu ditambahkan ketan kukus dan tipiskan hingga merata diatasnya. Dan setelah itu, baru setengah pisang ditaruh diatasnya beserta gula merah. Kemudian wajan ditutup dan dibiarkan beberapa saat hingga matang dan gulanya meleleh. Tak selang berapa menit, aroma wangi dan sedikit gosong dari kelapa dan ketan mulai tercium keluar. Dengan cekatan, mbak Lena pun melumatkan gula bersama gula di atas wajan, dan tutup kembali. Setelah benar-benar matang, barulah crapes dilipat dan diangkat. Setelah ditaruh di atas selembar kertas, crapes pun siap untuk disajikan kepada pengunjungnya yang sudah mengantri.


Aromanya yang sangat menggoda membuat semakin tak sabar untuk menikmati kue ini. Saat gigitan pertama, lapisan crapes khas Cirebon begitu crispy dan sedikit agak keras karena perpaduan ketannya. Lumatan pisang yang sedikit lembek bercampur dengan lelehan gula merah menjadi topping yang pas. Rasa renyah dan gurih di bagian luar, serta lembut di bagian dalam yang legit, membuat para pelanggannya ketagihan. Karena crapes baru dibuat ketika dipesan, jadi bisa dipastikan kalau kerenyahannya selalu terjaga dengan baik.

Populer