Kemang Pratama, Bekasi-Indonesia gendukundul@gmail.com +62 813-1481-8283

Informasi Pariwisata Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2015

Tempat Kuliner: Kue Cubit Sensasional di Bandung dan Bogor

Tempat Kuliner Kue Cubit di Bandung


Arulin Yuuk - Kue cubit terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat seperti telur, gula pasir, tepung terigu, margarin, vanili, baking powder, keju parut, dan coklat meses. Bahan-bahan tersebut dicampurkan kemudian dituangkan ke dalam cetakan. Bahan-bahan akan mengembang dengan dipanggang di atas api kecil. Ketika bagian bawah kue sudah berwarna kecoklatan, Anda bisa mengangkatnya kemudian sajikan dengan parutan keju atau meses agar lebih menarik.

Penampak Kue Cubit
Kue cubit rasanya manis, dan bentuknya yang kecil-kecil merupakan keunikan tersendiri. Banyak orang kantoran yang suka membawanya sebagai bekal ke kantor. Belum lama ini, ada kue cubit green tea yang segera menjadi favorit. Bentuknya yang kecil-kecil pastinya dapat dengan mudah dibawa ke mana saja.

Kalau Anda penasaran dan ingin membelinya langsung, silahkan saja datang ke beberapa alamat di bawah ini. Ada beberapa penjual kue cubit dalam gerobak pedagang kaki lima. Satu paket kue cubit dijual dengan harga antara Rp 8.000—Rp 15.000,- tergantung dari rasa kue cubit yang Anda inginkan. Kebanyakan di pasaran kue cubit ada dengan tiga varian, yakni kue cubit oreo, ceres, dan keju.

Berikut ini, daftar Tempat Kuliner di Bandung yang bisa Anda pilih untuk mencicipi kue cubit!


  • Jl. Cisangkui (sebelum pasar Cisangkuy)
  • Jl. Sumatra (Belakang BIP)
  • Daerah sekitar Masjid Istiqomah
  • Jl. Cimanuk (Depan Erha Clinic)
  • Jl. Hariang Bangga (Depan Sushi Den dan Kupu Bistro)
  • Jl. Ciumbuleuit (Depan Universitas Katolik Parahyangan)
  • Jl. Burangrang (Depan baso Enggal BPI)
  • Simpang Dago (Depan McD dan Salon Memori)
  • Jl. Cikutra (Depan SMA 10)
  • Jl. Prof. Drg. Surya Sumantri (Sebrang Gokana)
  • Jl. Banda (Depan English First dan sebrang Jonas)
  • Jl. P.H Hasan Mustofa
  • Daerah sekitar Jl. Otto Iskandar Dinata
  • Daerah sekitar Kepatihan
  • Daerah sekitar Dewi Sartika

Tempat Kuliner Kue Cubit di Bogor

Kue cubit dengan berbagai varian rasa, bukan lagi sekedar asa. Berkat inovasi dari tiga dara manis yang bernama Ajeng  Yuliani Pratiwi, Anggunia Fitri, dan Widasari Ayu maka kini tak perlu sulit mencari kue cubit. Awalnya memang kalian hanya bisa mendapatkan kue cubit hasil karya mereka di gg. Selot (samping SMAN 1 Bogor) saja, tapi kini hanya dalam waktu tiga bulan, mereka sudah bisa membuka tiga cabang. Meskipun booth nya selalu penuh, tapi tak pernah ada rusuh. Penasaran? Kue cubit seperti apa yang mereka suguhkan? Kue cubit kayak gimana yang bisa menyihir pembeli hingga rela menunggu berjam-jam untuk antri?

Ini dia, Bitten Bogor! Tempat Kuliner Kue Cubit paling kesohor. Gak mungkin banget kalau Bitten Bogor gak bikin kalian ngiler. Kalian juga bisa memilih rasa yang tentunya sesuai selera. Bitten Bogor menyuguhkan dua jenis kue cubit yaitu original dan flavour (bubblegum, redvelvet, greentea, dan taro. Bagaimana dengan harga? Sangat terjangkau kok! Kue cubit original hanya 8.000 dan flavour hanya 10.000. Kalian lebih suka mana, kue cubit yang matang atau setengah matang? Tenang, tinggal dipesan.

Ada satu hal lagi yang menggiurkan, kalian bisa memilih topping sesuai keinginan. Topping yang tersedia yaitu Kitkat greentea/chocolate (2.500), cheese (2.500), oreo(1.500), marshmallow (2.500), ovomaltine (3.000), toblerone (2.000), milo (1.500), nutella (2.500), meses (free). Lebih seru kalau di mix loh! Misalnya, pilih kue cubit rasa redvelvet dengan topping ovomaltine dan cheese, berarti kalian hanya merogoh kocek 12000+3000+2500=17500 (isi 6 kue cubit/mika plastik).

Kalian bisa mendapatkan Tempat Kuliner kue cubit Bitten Bogor ini dimana aja sih? di gg. Selot buka setiap Senin-Sabtu pukul 11.00 hingga habis, di Dramaga setiap Senin-Sabtu pukul 10.00 hingga habis, di Cibinong setiap Senin-Sabtu pukul 11.00 hingga habis, dan di Tebet pukul 17.00 hingga habis. Pada saat saya nyicip kue cubit Bitten Bogor ini di gg. Selot, ternyata tak sedikit warga Depok yang sengaja datang untuk berburu kue cubit Bitten Bogor ini dan biasanya warga Depok lebih sering mampir ke gg. Selot karena tak jauh dari stasiun Bogor.

Baca Kuliner Menarik Lainnya:
Satu hal yang harus kalian ikhlaskan untuk mendapatkan kue cubit Bitten Bogor ini, yaitu harus rela masuk dalam antrian. Salah seorang penikmat kue cubit Bitten Bogor bernama Triani ini rela menunggu lebih dari satu jam loh! Saat ditanyakan kok mau sih menunggu lama begitu? Triani mengaku “soalnya enak sih!”. Mahasiswi kampus Kesatuan ini mengaku sudah berkali-kali kesini, dan menurut dia antrian weekend itu lebih panjang dibandingkan pada saat weekdays. So, bagi kalian yang penasaran, ini saran: datanglah sebelum jam buka dan kalau mau order banyak mendingan pas weekdays.

Kamis, 05 November 2015

Tempat Kuliner: Kue Tapel Mbak Lena Cirebon

Arulin Yuuk - Kue tapel atau kue dadar yang juga memiliki nama beken crapes, merupakan salah satu jajanan tradisional khas kota udang. Pada masa sekarang ini, kue tapel sudah agak sulit untuk menemukan penjualnya, tapi bukan berarti tidak ada. Kita masih bisa menemukannya di ujung jalan Alas Demang, sebuah gang di jalan Pegongan, Cirebon. Dengan tempat yang terbilang sangat kecil dengan peralatan yang sederhana, kue tradisional ini pun sudah dikenal hingga ke beberapa kota lainnya. Bahkan kue tapel mbak Lena ini, juga sudah masuk ke dalam beberapa majalah maupun stasiun TV local dalam program kuliner.

Kue Tapel
Kue tapel atau Kue Dadar
Dengan menggunakan peralatan yang sederhana, mbak Lena biasanya mulai melayani para penggemar crepes dari pagi jam 8 sampai jam 2 siang setiap hari. Namun, ada baiknya kalau datang jangan lebih dari jam 1 siang, karena tak jarang sebelum jam tersebut crapesnya sudah habis diburu para penggemar kue tradisional ini. Ada dua jenis crapes yang dijual, ada yang biasa dibandrol dengan 2 ribu rupiah saja. Dan ada yang special, pada dasarnya bahan yang digunakan untuk kedua jenis crapes ini sama saja. Namun untuk crapes yang special,topping pisangnya lebih banyak dan harganya sedikit lebih mahal 5 ratus rupiah.

Untuk membuat crapes, mbak Lena menggunakan wajan besi yang ditaruh di atas tungku dan sesekali menggosoknya dengan batu karang untuk menghilangkan kerak yang tersisa. Setelah wajan cukup panas, adonan tepung dan kelapa yang lembek dioleskan membentuk lingkaran di atas wajan. Lalu ditambahkan ketan kukus dan tipiskan hingga merata diatasnya. Dan setelah itu, baru setengah pisang ditaruh diatasnya beserta gula merah. Kemudian wajan ditutup dan dibiarkan beberapa saat hingga matang dan gulanya meleleh. Tak selang berapa menit, aroma wangi dan sedikit gosong dari kelapa dan ketan mulai tercium keluar. Dengan cekatan, mbak Lena pun melumatkan gula bersama gula di atas wajan, dan tutup kembali. Setelah benar-benar matang, barulah crapes dilipat dan diangkat. Setelah ditaruh di atas selembar kertas, crapes pun siap untuk disajikan kepada pengunjungnya yang sudah mengantri.


Aromanya yang sangat menggoda membuat semakin tak sabar untuk menikmati kue ini. Saat gigitan pertama, lapisan crapes khas Cirebon begitu crispy dan sedikit agak keras karena perpaduan ketannya. Lumatan pisang yang sedikit lembek bercampur dengan lelehan gula merah menjadi topping yang pas. Rasa renyah dan gurih di bagian luar, serta lembut di bagian dalam yang legit, membuat para pelanggannya ketagihan. Karena crapes baru dibuat ketika dipesan, jadi bisa dipastikan kalau kerenyahannya selalu terjaga dengan baik.

Populer