Kemang Pratama, Bekasi-Indonesia gendukundul@gmail.com +62 813-1481-8283

Informasi Pariwisata Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Sulawesi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulawesi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juli 2016

Wisata Pantai: Pulau Kambing Tanjung Bira Memanjakan Para Penikmat Bawah Laut

Wisata Seru Indonesia - Pulau kambing ini sungguh istimewa, selain pemandangan bawah laut yang indah, tebing-tebing terjal pada dinding pulau membuat pulau ini tampak eksotik. Pengunjung Pulau Kambing juga dapat menikmati keindahan panorama Pulau Kambing dengan menaiki bukit tebing terjal tersebut. Pengunjung akan melihat sisi keindahan yang berbeda ketika berada di atas tebing ini.

Pulau Kambing Tanjung Bira
Penyelam di Perairan Pulau Kambing
Ketika mendengar namanya, jangan berharap di pulau ini akan ditemui banyak kambing yang berkeliaran, karena ini hanyalah sekedar nama untuk sebuah pulau yang sangat eksotis berada tak jauh dari perairan Tanjung Bira.

Pulau Kambing, Tanjung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan merupakan surga bagi para pecinta kegiatan diving dan snorkeling. Pulau Kambing yang jarak tempuhnya sekitar 20 menit dari Pantai Tanjung Bira ini keindahan bawah lautnya selalu menjadi idola dan idaman bagi para pecinta dan penikmat bawah laut. Air lautnya pun sangat jernih sejernih kristal.

Tempat Wisata Pantai Lainnya:
Tempat Wisata Pantai, Berlibur ke Kepulauan Derawan dan Nikmati Keindahannya
Tempat Wisata Pantai, Sejuta Keindahan Raja Ampat Papua Barat
Tempat Wisata Pantai, 2 Pantai Cantik di Papua yang Patut di Kunjungi
Tempat Wisata Pantai, Pulau Tagalaya Surganya Para Penyelam

Lokasi snorkeling biasanya berada di dekat tebing dengan kedalaman yang tidak terlalu dalam. Pemandangan di bawah memang luar biasa, lebih berwarna-warni tetapi arusnya lumayan kencang sehingga seringkali penyelam terombang-ambing di permukaan.

Jadi pengunjung harus lebih berhati-hati ketika snorkeling di spot ini karena konon katanya, di dekat perairan Pulau Kambing ini ada semacam air terjun di bawah laut yang menyebabkan arus dalam yang lumayan kuat, sehingga penyelam harus lebih berhati-hati karena arus yang deras.

Buat para penyelam, Pulau Kambing merupakan lokasi yang menjadi favorit, di sini ada beberapa dive spot dan sepertinya daerah ini merupakan daerah hiu dan tidak akan menutup kemungkinan penyelam akan menjumpai hiu-hiu di sekitar perairan ini.

Bagi para wisatawan yang hendak berwisata ke Tanjung Bira, jangan lewatkan keindahan Pulau Kambing ini. Mata Anda akan dibuat tercengang dan dimanjakan akan keindahan bawah lautnya yang sangat eksotis.

Selasa, 08 Desember 2015

Tempat Wisata Sejarah: Benteng Fort Rotterdam di Makasar

Arulin Yuuk - Fort Rotterdam merupakan salah satu dari sejumlah benteng yang dibangun pada masa Kerajaan Gowa, sebagai pengawal dari benteng induk Somba Opu. Tatkala pihak kolonial Belanda berhasil menaklukkan Kerajaan Gowa, Benteng Ujungpandang merupakan satu-satunya yang dibiarkan sehingga sampai kini masih berdiri kokoh.

Tempat Wisata Fort Rotterdam Makasar
Tampak Depan Benteng Fort Rotterdam Makasar
Benteng Somba Opu, termasuk sejumlah benteng pengawal lainnya, seperti Benteng Kale Gowa, Benteng Panakkukang, Benteng Barombong, Benteng Garassi, Benteng Mangara Bombang, dan Benteng Ana' Gowa dihancurkan rata dengan tanah.

Letak Benteng Ujungpandang ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' Kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros.

Fort Rotterdam ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan. Orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda.

Pada saat Belanda menempati benteng ini, nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur.

Salah satu obyek tempat wisata yang terkenal di sini selain melihat benteng, adalah menjenguk ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap ditanah Jawa. Perang Diponegoro yang berkobar antara tahun 1825-1830 berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

Diponegoro kemudian ditangkap dan dibuang ke Menado, lantas tahun 1834 ia dipindahkan ke Fort Rotterdam. Dia seorang diri ditempatkan di dalam sebuah sel penjara yang berdinding melengkung dan amat kokoh.

Di ruang itu ia disedikap dengan ditemani peralatan shalat, Alquran, dan tempat tidur. Banyak kemudian yang meyakini bahwa Diponegoro wafat di Makassar, lalu ia dikuburkan di situ juga.

Ada pendapat lain mengatakan, mayat Diponegoro tidak ada di Makassar. Begitu ia wafat Belanda memindahkan ketempat rahasia agar tidak memicu letupan diantara pengikut fanatiknya di Jawa atau di situ.
Sangat terasa suasana peninggalan sejarah ketika pengunjung mulai masuk ke dalam benteng melalui terowongan dan pos penjagaan. Di dalam Fort Rotterdam, terdapat 13 bangunan masih berdiri kokoh dengan taman hijau yang bisa dijadikan tempat berpose, bersantai, dan juga biasa dijadikan tempat berkumpulnya komunitas dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Kebanyakan orang memilih duduk sambil ngobrol di tembok benteng yang lebarnya sekitar 3 meter mengelilingi gedung-gedung sejarah. Pemandangan yang indah saat tenggelamnya matahari bisa disaksikan dari benteng ini. Di sebelah, utara, timur dan selatan benteng, keindahan Kota Makassar menjadi pemandangan menakjubkan.

Populer